Pernah membaca kalimat seperti “hujan mengetuk jendela” atau “angin berbisik di telinga”? Kalimat seperti itu terasa hidup karena benda atau gejala alam dibuat seolah punya perilaku manusia. Itulah alasan banyak pelajar mencari contoh majas personifikasi untuk tugas, sekaligus ingin memastikan tidak keliru membedakannya dari metafora atau perumpamaan.
Table of Contents
TL;DR: Contoh majas personifikasi adalah kalimat yang memberi sifat atau tindakan manusia pada benda mati, alam, hewan, tumbuhan, atau hal abstrak, sehingga deskripsi terasa lebih hidup. Ciri paling cepatnya: ada subjek non-manusia, lalu muncul kata kerja manusia seperti “berbisik”, “menari”, atau “memeluk”. Di bawah ini ada pengertian, ciri, fungsi, tabel pembeda, dan lebih dari 60 contoh majas personifikasi yang siap dipakai.
Pengertian majas personifikasi
Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memanusiakan sesuatu yang bukan manusia. Definisi ringkasnya: personifikasi merupakan pengungkapan yang membuat benda atau hal non-manusia seolah bertindak, berbicara, atau memiliki perasaan seperti manusia. Definisi kamus juga sejalan. Di KBBI tentang personifikasi personifikasi dijelaskan sebagai pengumpamaan benda mati sebagai orang atau manusia.
Agar tidak berhenti di definisi, bayangkan Anda menggambarkan suasana senja. Jika Anda menulis “senja indah”, itu informatif tetapi datar. Jika Anda menulis “senja tersenyum pelan”, pembaca langsung menangkap suasana yang hangat dan puitis. Di situlah personifikasi bekerja: membuat imaji dan emosi lebih “nyangkut” tanpa harus menambah paragraf panjang.
Ciri-ciri majas personifikasi yang paling mudah dikenali
Banyak orang sebenarnya sudah “bisa” personifikasi, hanya belum sadar polanya. Coba cek dengan daftar cepat berikut.
- Subjeknya bukan manusia: benda, alam, hewan, tumbuhan, atau hal abstrak.
- Ada kata kerja atau sifat khas manusia, misalnya berbisik, menari, memeluk, cemberut, menatap, menunggu.
- Maknanya kiasan, bukan kejadian literal.
- Kalimatnya bertujuan menghidupkan suasana, memperkuat gambaran, atau menambah rasa puitis.
- Umumnya muncul dalam karya sastra, deskripsi, atau narasi, bukan bahasa ilmiah yang serba literal.
Pembahasan ciri dan contoh yang mudah dipahami juga sering ditulis oleh media edukasi seperti detikEdu tentang majas personifikasi sehingga polanya konsisten: subjek non-manusia ditambah tindakan manusia.
Fungsi dan tujuan majas personifikasi
Mengapa penulis memakai personifikasi, padahal bisa menulis biasa saja?
- Membuat deskripsi terasa hidup, seolah-olah pembaca ada di tempat kejadian.
- Menguatkan suasana dan emosi tanpa menjelaskan panjang lebar.
- Menjadikan kalimat lebih puitis dan mudah diingat, cocok untuk puisi, cerpen, atau teks deskriptif.
- Membantu penekanan: sebuah benda “dipaksa” bertindak seperti manusia agar pesan lebih terasa.
Kalau Anda pernah lelah menulis deskripsi suasana yang terasa “kering”, personifikasi sering menjadi jalan pintas yang rapi.
Bedanya personifikasi dan metafora (sering tertukar)
Di soal sekolah, personifikasi dan metafora sering membuat orang ragu. Kuncinya sederhana: personifikasi memanusiakan sesuatu, sedangkan metafora membandingkan dua hal secara langsung tanpa harus memanusiakan.
Berikut tabel ringkasnya.
| Aspek | Personifikasi | Metafora |
|---|---|---|
| Ciri utama | Subjek non-manusia diberi tindakan atau sifat manusia | Perbandingan langsung antar dua hal |
| Petunjuk cepat | Ada kata kerja manusia pada benda atau hal non-manusia | Ada penggantian atau penyamaan makna tanpa “aksi manusia” |
| Contoh | “Angin berbisik di malam hari.” | “Ia adalah bintang kelas.” |
Pembeda semacam ini juga sering dijelaskan di artikel pendidikan populer, misalnya IDN Times tentang contoh personifikasi dan penjelasan yang menekankan ciri memanusiakan sebagai kunci.
60+ contoh majas personifikasi (siap pakai)
Bagian ini sengaja dibuat banyak dan beragam karena kebutuhan paling umum memang contoh majas personifikasi. Anda bisa mengambilnya untuk tugas, lalu menyesuaikan konteks kalimat.
A. Personifikasi alam (hujan, angin, langit, matahari)
- Hujan mengetuk jendela kamar sejak sore.
- Angin berbisik di sela pepohonan.
- Langit menangis sepanjang malam.
- Matahari tersenyum setelah mendung pergi.
- Senja melambaikan tangan dari ujung hari.
- Kabut memeluk bukit sampai pagi.
- Ombak berlari mengejar pasir pantai.
- Petir menggeram dari balik awan.
- Bulan mengintip malu-malu di balik tirai malam.
- Pagi menyapa dengan udara yang segar.
B. Personifikasi benda (rumah, pintu, jam, lampu, kendaraan)
- Jam dinding berbisik mengingatkan waktu.
- Pintu tua itu mengeluh saat didorong.
- Kursi di pojok seakan menunggu diduduki.
- Lampu jalan menjaga sepi di gang kecil.
- Buku-buku di rak berbaris rapi seperti sedang apel.
- Telepon genggam itu “memanggil” ketika notifikasi berbunyi.
- Kompor marah karena apinya membesar tiba-tiba.
- Kipas angin menari pelan di langit-langit.
- Motor tua itu batuk-batuk saat dinyalakan.
- Jendela berkerut ketika angin kencang datang.
C. Personifikasi hewan dan tumbuhan
- Daun-daun melambai mengikuti angin.
- Pohon tua itu berbisik pada malam.
- Bunga-bunga tersenyum setelah disiram.
- Rumput memeluk kaki anak-anak yang berlari.
- Burung kecil itu “mengadu” lewat kicauannya.
- Kucing di teras merajuk minta makan.
- Ikan-ikan menari di permukaan kolam.
- Padi membungkuk sopan menjelang panen.
- Ranting kering itu menggerutu saat patah.
- Kupu-kupu berdandan dengan warna sayapnya.
D. Personifikasi hal abstrak (waktu, sepi, rindu, takut, harapan)
- Waktu berlari tanpa menunggu siapa pun.
- Sepi menyanyi di kamar yang kosong.
- Rindu mengetuk pelan di dada.
- Takut bersembunyi di sudut pikiran.
- Harapan memeluk orang yang hampir menyerah.
- Kenangan berjalan pelan di kepala.
- Malam menelan suara-suara kota.
- Kesedihan duduk diam di kursi hati.
- Bahagia singgah sebentar lalu pergi.
- Amarah menyulut kata-kata tanpa kendali.
E. Personifikasi yang dekat keseharian Indonesia
- Macet Jakarta menelan jam pulang kantor.
- Panas siang menyengat dan memaksa orang berteduh.
- Hujan di gang sempit menyapu sisa debu jalanan.
- Warung kopi mengundang lewat aroma yang “memanggil”.
- Bunyi klakson berteriak-teriak di perempatan.
- Kursi plastik di teras “mengajak” duduk santai.
- Angkot tua mengeluh saat menanjak.
- Lampu merah menahan laju semua kendaraan.
- Malam di kos-kosan menutup obrolan dengan sunyi.
- Kabut di Puncak memeluk jalan sampai jarak pandang pendek.
F. Contoh super pendek (jawaban cepat)
- Angin berbisik pelan.
- Hujan mengetuk kaca.
- Langit menangis lagi.
- Ombak berlari-lari.
- Senja tersenyum lembut.
- Jam menegur diam-diam.
- Pintu mengeluh lirih.
- Sepi menyanyi panjang.
- Rindu memeluk erat.
- Harapan menyala kembali.
8 contoh majas personifikasi dan artinya (tabel)
| Kalimat personifikasi | Artinya (makna kiasan) |
|---|---|
| “Langit menangis sepanjang malam.” | Hujan turun lama, digambarkan seperti tangisan. |
| “Angin berbisik di sela pepohonan.” | Angin bertiup pelan, bunyinya seperti bisikan. |
| “Kabut memeluk bukit sampai pagi.” | Kabut menutupi bukit lama, seperti pelukan. |
| “Jam dinding berbisik mengingatkan waktu.” | Detak jam membuat orang sadar waktu berjalan. |
| “Lampu jalan menjaga sepi di gang kecil.” | Lampu menerangi gang yang sunyi pada malam hari. |
| “Waktu berlari tanpa menunggu siapa pun.” | Waktu terus berjalan, tidak bisa dihentikan. |
| “Rindu mengetuk pelan di dada.” | Perasaan rindu muncul perlahan dan terasa kuat. |
| “Sepi menyanyi di kamar yang kosong.” | Suasana hening terasa menonjol dan menyelimuti. |
Jika Anda membutuhkan contoh majas personifikasi yang benar-benar “aman” untuk ujian, pilih contoh yang jelas-jelas punya kata kerja manusia dan subjek non-manusia, misalnya “angin berbisik” atau “hujan mengetuk”.
Contoh majas personifikasi dalam puisi (ringkas)
Personifikasi paling sering terasa di puisi karena penyair memang mengejar efek bunyi dan suasana. Anda bisa menulis baris seperti:
- “Senja menutup mata perlahan.”
- “Malam memeluk kota yang lelah.”
- “Sepi menyanyi di ujung gang.”
Tiga baris ini bekerja karena “senja”, “malam”, dan “sepi” diperlakukan seperti manusia yang bisa menutup mata, memeluk, dan bernyanyi. Pola seperti ini sering muncul di kumpulan contoh pada artikel puisi dan personifikasi, termasuk yang dirangkum oleh media populer Indonesia. Kuncinya tetap sama: subjek non-manusia, lalu tindakan manusia.
Cara membuat kalimat personifikasi dalam 3 langkah
Jika Anda ingin membuat contoh majas personifikasi sendiri, gunakan rumus sederhana berikut.
- Pilih subjek non-manusia yang ingin dideskripsikan. Bisa hujan, senja, kursi, macet, atau rindu.
- Tambahkan kata kerja atau sifat manusia yang cocok dengan suasananya. Misalnya “berbisik” untuk suasana tenang, “menggeram” untuk suasana tegang, “memeluk” untuk suasana hangat.
- Baca ulang dan pastikan maknanya kiasan, bukan fakta literal. Bila terasa berlebihan, ganti kata kerjanya agar lebih wajar.
Satu latihan cepat: buat tiga kalimat, lalu cek dengan daftar ciri di atas. Kalau subjeknya non-manusia dan ada aksi manusia, Anda biasanya sudah berada di jalur yang benar.
Kesalahan yang sering terjadi
Beberapa kekeliruan ini sering muncul saat mengerjakan soal.
- Mengira semua kalimat puitis adalah personifikasi, padahal bisa saja metafora atau hiperbola.
- Menulis kalimat deskriptif biasa tanpa aksi manusia, lalu mengira itu personifikasi.
- Memakai aksi manusia yang tidak nyambung dengan suasana, sehingga terdengar dipaksakan.
- Lupa bahwa makna personifikasi itu kiasan, jadi jangan ditafsirkan secara literal.
Baca Juga : Rumus Keliling Lingkaran: Cara Menghitung, Contoh, dan Penjelasan Lengkap
FAQ: Pertanyaan yang sering muncul tentang majas personifikasi
1) Apa itu majas personifikasi?
Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberi sifat atau tindakan manusia pada benda mati, alam, hewan, tumbuhan, atau hal abstrak. Tujuannya membuat gambaran terasa hidup dan puitis. Rujukan definisi kamus bisa dilihat di KBBI, yang menjelaskan personifikasi sebagai pengumpamaan benda mati sebagai orang atau manusia.
2) Apa ciri-ciri majas personifikasi yang paling mudah dikenali?
Ciri paling cepat: subjeknya bukan manusia, lalu ada kata kerja manusia seperti “berbisik”, “menari”, “memeluk”, atau “menangis”. Selain itu, maknanya kiasan, bukan kejadian literal. Jika kalimat hanya mendeskripsikan benda tanpa aksi manusia, biasanya itu bukan personifikasi.
3) Sebutkan 5 contoh majas personifikasi dalam kalimat!
Berikut lima contoh majas personifikasi: “angin berbisik di malam hari”, “hujan mengetuk jendela”, “langit menangis sejak sore”, “jam dinding berbisik mengingatkan waktu”, dan “kabut memeluk bukit sampai pagi”. Semua contoh itu memanusiakan subjek non-manusia lewat tindakan manusia.
4) Apa fungsi majas personifikasi dalam karya sastra?
Fungsi personifikasi adalah menghidupkan deskripsi dan memperkuat suasana serta emosi pembaca. Dengan personifikasi, penulis bisa membuat benda atau alam terasa dekat, seolah-olah ikut “berperan” dalam cerita. Karena itu personifikasi sering dipakai pada puisi, cerpen, dan paragraf deskriptif.
5) Apa bedanya majas personifikasi dan metafora?
Personifikasi memanusiakan sesuatu yang bukan manusia, sedangkan metafora menyamakan atau membandingkan dua hal secara langsung tanpa harus memberi aksi manusia. Contoh personifikasi: “angin berbisik”. Contoh metafora: “ia bintang kelas”. Kalau ada aksi manusia pada benda atau konsep, biasanya itu personifikasi.
6) Apakah hewan dan tumbuhan bisa termasuk personifikasi?
Bisa. Hewan dan tumbuhan menjadi personifikasi ketika diberi tindakan atau sifat manusia. Contohnya “bunga tersenyum setelah disiram” atau “pohon berbisik pada malam”. Yang penting bukan objeknya, melainkan cara Anda membuatnya seolah-olah bisa berperilaku seperti manusia.
7) Mengapa personifikasi jarang dipakai di teks ilmiah?
Karena personifikasi bersifat kiasan dan artistik. Teks ilmiah umumnya memakai bahasa literal yang tegas agar tidak menimbulkan tafsir ganda. Personifikasi lebih cocok untuk konteks sastra, narasi, dan deskripsi yang ingin membangun suasana, bukan untuk laporan ilmiah yang menuntut ketepatan makna.
